Menstruasi Normal

Mestruasi normal atau haid adalah prose salami yang datang secara berulang setiap bulan ppada wanita yang normal sejak masa pubertas hingga mnjelang menopause, yang disertai pendarahan. Kedatangan haid secara berulang disebut dengan siklus menstruasi. Normalnya siklus haid adalah 28 hari. Namun untuk beberapa wanita, siklus ini tidak teratur dan bervariasi, berkisar antara 22-35 hari. Siklus menstruasi yang beragam selain dipengaruhi faktor fisik dan kejiawaan, dipengaruhi juga oleh hormone yang diproduksi tubuh wanita, seperti Luteinizing Hormone (LH), Follicle stimulating Hormone (FSH) dan estrogen. Kisaran siklus menstruasi sangat beragam, dipengaruhi oleh faktor fisik, kejiwaan, dan hormonal. Kisaran normalnya selama 28-30 hari.

Pada waktu haid menstruasi normal terjadi pengelupasan lapisan dinding rahim (endometrium). Lapisan yang terkelupas akan digantikan oleh lapisan baru setelah masa haid atau menstruasi berhenti. Sekitar 14 hari sebelum jadwal  haid bulan berikutnya, lapisan permukaan ronga rahim kembali sempurna, ditandai dengan penenalan permukaanya yang dipengaruhi hormone estrogen. Artinya rahim dalam kondisi subur dan siap menerima calon janin dan menjadi tempat kehamilan pada siklus haid bulan berikutnya. Selain itu terujadi pula pematangan sel telur yang dipengaruhi oleh hormone progesterone.

Jangka waktu dari hari pertama haid menstruasi normal sampai hari pertama haid berikutnya  disebut daur haid atau siklus menstruasi. Dalam satu siklus menstruasi di dalamnindung telur terjadi serangkaian perubahan. Saat menstruasi berakhir, beberapa benih telur mulai mengalami proses pematangan menjadi sel telur. Dalam proses ini benih telur yang semula tampak sebagai bintik-bintik kecil berubah bentuk menjadi gelembung-gelembung telur yang makin lama semakin besar. Pada suatu saat salah satu gelembung telur tersebut menjadi sedemikian besarnya sehingga menonjol permukaan indung telur. Akhirnya gelembung telur telur tersebut pecah dan melepaskan sel telur yang sudah matang. Peristiwa ini dikenal dengan naman ovulasi yang umumnya terjadi pada hari-15 setelah berakhirnya menstruasi. Dan sekitar 7 juta oogonium, pada masa akil nalig tersisa 50.000 sel telur. Dari jumlah ini hanya sekitar 400-500 sel telur yang akan mengalami ovulasi. Ini adalah tanda menstruasi normal :

  • Jeda antara haid pertama dan berikutnya lebih lama dari 31 sampai 35 hari, atau malah kurang dari dua minggu
  • Kita perlu mengganti tampon atau pembalut setelah hanya satu atau dua jam
  • Haid berlangsung lebih lama dari 7 hari.
  • Kita tiba-tiba mulai mengalami kram menstruasi yang parah, sampai tidak bisa berjalan atau mungkin tak sadarkan diri
  • Kita sangat aktif dalam kegiatan olahraga. Karena kegiatan fisik seperti olahraga rutin mempengaruhi kelancaran siklus haid.
  • Kita seorang wanita yang menopause atau lebih muda dari usia sebelas dan  mengalami pendarahan vagina atau rahim

Cara Pemesanan Obat Pelancar Menstruasi 

Obat Pelancar Menstruasi Tradisional, Herbal dan Alami Kapsul Herbal Normal Haid Membantu Menormalkan Menstruasi Yang Tidak Teratur, Mengurangi Nyeri Pada Saat Menstruasi dan Membersihkan Rahim

Obat Pelancar Menstruasi

Harga Obat Pelancar Menstruasi 1 Botol Isi 80 Kapsul = Rp.145.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)

Paket Hemat Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Paket Hemat Obat Pelancar Menstruasi Herbal Alami

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.580.000 Jadi Rp.435.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.145.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

Cara Pemesanan Cepat Obat Pelancar Menstruasi:

SMS ke 0852-1617-3280 , tuliskan : Pesan Obat Pelancar Menstruasi Normal Haid, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Berapa Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda, Alamat Kirim Lengkap dan Pembayaran Via Bank Apa


=====================================

>>> Kapsul Herbal Normal Haid Menormalkan Haid Menstruasi Yang Tidak Teratur dan Membersihkan Rahim, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Menstruasi and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.